Bubur Kacang Hijau — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian
Masalah pencatatan di usaha bubur kacang hijau
Warung burjo punya masalah yang tidak dimiliki pedagang lain: jam bukanya panjang sekali. Banyak yang menyalakan kompor sejak pukul empat subuh dan baru menutup rolling door lewat tengah malam. Ramai datang tiga kali — sarapan pagi, sore setelah kuliah, dan gelombang paling ramai justru pukul sepuluh malam ke atas saat anak kos mulai lapar.
Cara memesannya santai dan berlapis. Pembeli duduk dulu, memesan satu mangkuk bubur kacang hijau, lalu setengah jam kemudian menambah es teh manis, kemudian temannya datang dan ikut memesan. Satu meja bisa memesan tiga kali dalam satu kunjungan, dan semuanya baru dibayar sekaligus saat pulang. Kalau catatannya hanya di kepala atau di sobekan kertas, urutan itu gampang tercecer — apalagi kalau kamu sendirian sambil merebus kacang.
Tantangan kedua ada di bahan. Kacang hijau butuh direbus lama, ketan hitam lebih lama lagi, dan keduanya dimasak dalam panci besar sejak sebelum warung ramai. Kalau kamu tidak tahu rata-rata berapa mangkuk yang laku tiap malam, kamu akan sering salah takar: kelebihan lalu basi, atau kehabisan tepat saat pembeli paling banyak.
Akibatnya, banyak pemilik burjo hafal betul rasa buburnya tetapi tidak hafal angkanya. Uang di laci bercampur antara hasil jualan, kembalian, dan uang belanja gula.
Menu awal yang sudah disiapkan
Saat mendaftar dan memilih jenis usaha Bubur Kacang Hijau, menu berikut sudah tersedia di layar jualan:
| Kategori | Menu | Harga contoh |
|---|---|---|
| Bubur | Bubur Kacang Hijau | Rp10.000 |
| Bubur | Bubur Kacang Hijau Susu | Rp12.000 |
| Bubur | Bubur Ketan Hitam | Rp10.000 |
| Bubur | Bubur Sumsum | Rp10.000 |
| Minuman | Teh Hangat | Rp4.000 |
| Minuman | Es Teh Manis | Rp5.000 |
Harga di atas adalah contoh awal dan bisa kamu ubah kapan saja. Harga kacang hijau, gula merah, dan susu kental manis naik-turun sepanjang tahun, jadi wajar kalau harga jualmu ikut disesuaikan. Kamu juga bebas menambah menu campuran seperti burjo ketan atau roti bakar lewat panduan menambah produk pertama.
Mulai jualan dalam 3 menit
- Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
- Pilih jenis usaha Bubur Kacang Hijau di layar awal.
- Menu di atas langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.
Untuk meja yang memesan bertahap, buka satu pesanan atas nama meja itu dan tambahkan terus setiap kali ada tambahan. Saat pembeli pulang, semua sudah terkumpul rapi dalam satu tagihan.
Menghitung untung bubur kacang hijau
Anggap dalam satu hari penuh kamu menjual 30 Bubur Kacang Hijau (Rp10.000), 20 Bubur Kacang Hijau Susu (Rp12.000), 12 Bubur Ketan Hitam (Rp10.000), 10 Bubur Sumsum (Rp10.000), 25 Es Teh Manis (Rp5.000), dan 15 Teh Hangat (Rp4.000). Uang masuknya:
- 30 × Rp10.000 = Rp300.000
- 20 × Rp12.000 = Rp240.000
- 12 × Rp10.000 = Rp120.000
- 10 × Rp10.000 = Rp100.000
- 25 × Rp5.000 = Rp125.000
- 15 × Rp4.000 = Rp60.000
- Total masuk: Rp945.000
Hari itu kamu belanja kacang hijau Rp120.000, ketan hitam Rp45.000, gula merah dan gula pasir Rp60.000, santan serta susu kental manis Rp85.000, teh dan es batu Rp30.000, dan gas Rp25.000. Semuanya dicatat di menu Pengeluaran dengan kategori Bahan, Modal/Kulakan, dan Gas. Uang keluar Rp365.000.
Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh di atas, perkiraan untungnya Rp945.000 − Rp365.000 = Rp580.000.
Angka itu berguna karena bersih dari dua hal yang biasanya mengaburkan. Belanja bahan tidak lagi tersembunyi di dalam laci, karena dicatat terpisah sebagai pengeluaran. Dan bubur yang dimakan anak kos dengan janji “besok kubayar” tidak ikut dihitung sebagai uang masuk sampai benar-benar dilunasi.
Kasbon pelanggan langganan
Tidak ada usaha yang lebih akrab dengan kasbon daripada warung burjo. Anak kos yang kiriman bulanannya belum turun, mahasiswa di akhir bulan, atau pelanggan tetap yang dompetnya ketinggalan di kamar — semuanya bagian dari hari-harimu. Menolak mereka berarti kehilangan pelanggan, tetapi mencatat di buku tulis berarti mencari-cari halaman saat mereka datang melunasi.
Simpan sebagai kasbon dengan nama pembeli, lalu terima pelunasannya kapan saja, termasuk dicicil setengah dulu. Sisanya tetap tercatat. Kalau sudah lewat berminggu-minggu, tombol tagih lewat WhatsApp menyiapkan pesan yang sopan dan kamu tinggal meninjau lalu mengirimnya. Utangmu sendiri ke agen sembako pun bisa dicatat di layar yang sama — semuanya dijelaskan di utang & piutang.
Kenapa offline penting untuk bubur kacang hijau
Warung burjo hampir selalu menempati ruko sempit atau kios di dalam gang dekat kampus dan kawasan kos. Bangunannya berimpit, temboknya tebal, dan meja pembelinya sering berada di bagian paling dalam. Di posisi itu sinyal sudah lemah sejak siang, dan makin parah pada pukul sepuluh malam saat seisi kos sedang menonton video di jaringan yang sama.
Karena GerobakPOS menyimpan transaksi di HP lebih dulu, kamu tidak bergantung pada sinyal sama sekali saat melayani. Pesanan tercatat seketika, tagihan meja tetap benar, dan data dikirim ke server begitu jaringan pulih. Jam buka yang panjang juga berarti pemadaman jaringan sesaat pasti pernah terjadi — dan itu tidak boleh menghentikan warungmu. Detailnya ada di halaman mode offline.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apakah bisa dipakai bergantian dengan penjaga warung? Paket gratis mencakup satu pemilik dan satu kasir, dengan satu perangkat aktif. Untuk warung burjo yang dijaga bergantian di satu HP, itu sudah memadai.
Bagaimana kalau ketan hitamnya habis? Ketuk tombol Habis pada menu itu supaya tidak terpesan lagi malam itu, lalu nyalakan kembali besok setelah kamu merebus panci baru.
Bisakah menerima pembayaran non-tunai? Bisa. Selain tunai, ada QRIS statis yang tampil di layar untuk dipindai pembeli lalu kamu konfirmasi sendiri, dan transfer manual.
Apakah artikel jenis usaha lain juga tersedia? Ada. Kalau kamu juga menjual sarapan berat, lihat panduan untuk usaha bubur ayam.
Siap mencoba?
Menu burjo sudah menunggu di dalam aplikasi, lengkap dengan es teh manisnya.
Unduh GerobakPOS gratis dan mulai catat dari gelombang malam ini.