Logo GerobakPOS GerobakPOS

Tongseng Gulai — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha tongseng gulai

Tongseng dimasak per porsi. Satu wajan kecil, satu pembeli, sekitar lima menit. Selama lima menit itu tanganmu memegang sotil, matamu ke api, dan telingamu menampung pesanan berikutnya. Gerobak tongseng biasanya juga menjual sate, jadi di saat bersamaan ada bara yang harus dikipas. Praktis tidak ada jeda untuk menulis apa pun.

Cara pembeli memesan pun jarang sederhana. Bukan hanya “tongseng satu”, tetapi “tongseng kambing dua, satu jangan pedas, satunya minta yang agak berlemak, tambah nasi tiga, kerupuk lima”. Ada yang minta gulai dibungkus kuahnya dipisah, ada yang memesan lewat telepon untuk diambil setengah jam lagi. Jam ramainya menumpuk di malam hari dan meledak di akhir pekan atau saat ada pasar malam di dekat lokasimu.

Yang paling berbahaya adalah sisi bahannya. Daging kambing dibeli dalam jumlah besar — per kilogram, kadang satu ekor sekaligus — dan tidak bisa disimpan lama tanpa mengubah rasa. Kalau kamu tidak tahu berapa porsi tongseng dan berapa porsi gulai yang benar-benar laku tiap malam, belanja berikutnya cuma tebakan. Kerupuk dan nasi yang diambil sendiri oleh pembeli pun sering luput ditagih, padahal jumlahnya menumpuk sepanjang bulan.

Setelah mendaftar dan memilih jenis usaha Tongseng Gulai, menu berikut sudah terpasang di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
MenuTongseng KambingRp30.000
MenuGulai KambingRp32.000
MenuTongseng AyamRp22.000
PelengkapNasi Gulai KambingRp37.000
PelengkapNasi PutihRp5.000
PelengkapKerupukRp2.000

Harga di atas hanya contoh awal. Harga kambing melonjak menjelang hari raya kurban dan berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, jadi sesuaikan dengan biayamu sendiri. Menambah menu seperti sate kambing atau tengkleng, mengubah nama, dan menghapus menu bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat gerobak sedang tanpa sinyal.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Tongseng Gulai di layar awal.
  3. Menu tadi langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.

Tidak ada masa tunggu aktivasi. Kalau kamu ingin membaca urutannya lebih dulu, tersedia panduan mulai jualan dalam 3 menit.

Menghitung untung tongseng gulai

Anggap dalam satu malam kamu menjual 15 Tongseng Kambing (Rp30.000), 9 Gulai Kambing (Rp32.000), 8 Tongseng Ayam (Rp22.000), 6 Nasi Gulai Kambing (Rp37.000), 18 Nasi Putih (Rp5.000), dan 25 Kerupuk (Rp2.000). Uang masuk malam itu:

  • 15 × Rp30.000 = Rp450.000
  • 9 × Rp32.000 = Rp288.000
  • 8 × Rp22.000 = Rp176.000
  • 6 × Rp37.000 = Rp222.000
  • 18 × Rp5.000 = Rp90.000
  • 25 × Rp2.000 = Rp50.000
  • Total masuk: Rp1.276.000

Belanja hari itu: daging kambing Rp650.000, ayam Rp70.000, beras Rp85.000, santan dan bumbu Rp95.000, kol serta sayuran Rp45.000, gas Rp25.000, dan arang Rp20.000. Semuanya dicatat di menu Pengeluaran memakai kategori Modal/Kulakan, Bahan, dan Gas. Uang keluar Rp990.000.

Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh di atas, perkiraan untungnya Rp1.276.000 − Rp990.000 = Rp286.000.

Dua hal supaya angka ini tidak menipu. Pertama, hitungannya berbasis kas — kalau kamu membeli kambing untuk dua malam sekaligus, malam pertama akan terlihat tipis dan malam kedua terlihat besar, jadi bacalah per minggu. Kedua, porsi yang dibayar belakangan dicatat sebagai kasbon dan tidak dihitung sebagai uang masuk sampai lunas. Cara membaca rekapnya diulas di laporan untung.

Kasbon pelanggan langganan

Gerobak tongseng punya dua jenis piutang yang khas. Pertama, pesanan acara: aqiqah, syukuran, dan hajatan sering memesan puluhan porsi tongseng atau gulai, membayar sebagian di muka dan melunasi setelah acara. Kedua, langganan tongkrongan malam — sopir, tukang parkir, atau pedagang lain di sekitar lokasimu yang minta ditulis dulu sampai akhir pekan.

Catat keduanya sebagai kasbon atas nama pemesan. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar, menerima cicilan atau uang muka, dan menyiapkan pesan penagihan lewat WhatsApp yang kamu tinjau sebelum dikirim. Utangmu sendiri ke langganan tukang daging kambing juga bisa dicatat di tempat yang sama sehingga jelas mana uang yang sebenarnya milikmu. Rinciannya di utang & piutang.

Kenapa offline penting untuk tongseng gulai

Gerobak tongseng jarang menetap di satu titik selamanya. Malam biasa kamu mangkal di trotoar dekat perempatan, akhir pekan pindah ke alun-alun, dan saat ada pasar malam atau acara kampung kamu ikut menggelar tenda di lapangan. Tiap lokasi punya kondisi sinyal berbeda, dan justru di keramaian besar jaringan paling sering macet karena ribuan orang memakai data bersamaan.

Karena GerobakPOS menyimpan transaksi lebih dulu di HP, kamu tidak perlu memeriksa sinyal sebelum berjualan. Ketukan Bayar selesai seketika, lalu catatan dikirim ke server di latar belakang saat jaringan sudah longgar. Berjualan berpindah-pindah tanpa internet tetap aman — lihat kasir offline sampai 14 hari.

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana kalau ada yang memesan lewat telepon untuk diambil nanti? Buka pesanan baru dan biarkan berjalan. Aplikasi mendukung beberapa pesanan sekaligus dan nomor antrean, jadi pesanan itu tidak tercampur dengan pembeli yang sedang berdiri di gerobak.

Daging kambing habis tapi ayam masih ada, bisa diatur? Bisa. Ketuk tombol Habis pada menu berbahan kambing, dan menu tersebut tidak bisa dipesan sampai kamu nyalakan lagi.

Bisa terima QRIS? Bisa, dengan QRIS statis: kode ditampilkan di layar, pembeli memindai, lalu kamu konfirmasi manual. Tunai dan transfer manual juga tersedia. Caranya ada di terima pembayaran QRIS statis.

Kalau harga menu berbeda untuk pesanan borongan? Pakai diskon nominal atau persen saat menutup pesanan, atau masukkan lewat open item dengan harga manual.

Siap mencoba?

Kambing sudah dibeli, bumbu sudah digiling — catatannya jangan sampai tertinggal.

Unduh GerobakPOS gratis dan mulai pakai malam ini saat gerobak digelar.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.