Logo GerobakPOS GerobakPOS

Sate Maranggi — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha sate maranggi

Sate maranggi hidup dari rombongan. Berbeda dengan warung yang pembelinya datang satu-satu, lapak maranggi sering kedatangan satu mobil berisi enam orang, atau serombongan pemotor yang berhenti bersamaan setelah menempuh jalan jauh. Mereka duduk, lalu pesanan disebut beramai-ramai: “sapi lima puluh tusuk dulu, ketannya sepuluh, nanti tambah lagi kalau kurang.”

Kata “nanti tambah lagi” itulah yang paling sering membuat catatan berantakan. Pesanan satu meja tidak selesai sekali sebut. Setelah tusukan pertama habis, mereka menambah, lalu menambah lagi. Kalau tambahan itu hanya diingat, saat membayar kamu akan ragu sendiri: tadi meja itu totalnya berapa putaran?

Jam ramainya juga menumpuk. Akhir pekan, hari libur, dan sore menjelang magrib adalah puncaknya, sementara hari kerja bisa sangat sepi. Bahan pun tidak bisa disamakan tiap hari: daging sapi dibeli pagi dalam jumlah terbatas karena harganya mahal, dan sekali salah menaksir, sisa daging harus dibawa pulang atau modal tertahan. Tanpa catatan penjualan per jenis, kamu tidak punya dasar untuk menentukan belanja besok.

Saat memilih jenis usaha Sate Maranggi, menu di bawah ini langsung siap dipakai:

KategoriMenuHarga contoh
Sate MaranggiSate Maranggi SapiRp30.000
Sate MaranggiSate Maranggi AyamRp24.000
Sate MaranggiSate Maranggi LemakRp22.000
Sate MaranggiPaket Sate MaranggiRp35.000
PelengkapKetan BakarRp7.000
PelengkapSambal OncomRp3.000

Angka di atas contoh awal saja. Harga daging sapi berbeda tiap daerah dan tiap pekan, sedangkan isi porsi maranggi juga tidak seragam — ada yang lima tusuk, ada yang sepuluh. Sesuaikan harga dan nama menunya dengan lapakmu. Menambah menu baru seperti nasi timbel atau es kelapa bisa dilakukan kapan saja.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasinya, daftar dengan nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Sate Maranggi di layar awal.
  3. Menu tadi langsung muncul. Ketuk, ketuk Bayar, selesai.

Tidak ada proses aktivasi yang harus ditunggu. Langkah rincinya ada di mulai jualan dalam 3 menit.

Menghitung untung sate maranggi

Misalkan pada satu hari libur kamu menjual 20 porsi Sate Maranggi Sapi (Rp30.000), 10 Paket Sate Maranggi (Rp35.000), 8 porsi Sate Maranggi Ayam (Rp24.000), dan 15 Ketan Bakar (Rp7.000). Uang masuk:

  • 20 × Rp30.000 = Rp600.000
  • 10 × Rp35.000 = Rp350.000
  • 8 × Rp24.000 = Rp192.000
  • 15 × Rp7.000 = Rp105.000
  • Total masuk: Rp1.247.000

Hari itu belanjamu: daging sapi Rp650.000, ayam Rp90.000, bumbu kecap dan ketumbar Rp60.000, ketan beserta kelapa Rp55.000, dan arang Rp35.000. Semuanya masuk ke menu Pengeluaran dengan kategori Modal/Kulakan dan Bahan. Uang keluar Rp890.000.

Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh ini: Rp1.247.000 − Rp890.000 = Rp357.000.

Di usaha maranggi, margin per tusuk tipis karena bahan utamanya daging sapi. Karena itu penting bahwa aplikasi memisahkan tiga hal: penjualan, pengeluaran, dan kasbon. Belanja daging yang besar di pagi hari tidak menyamar sebagai kerugian penjualan, dan pesanan rombongan yang belum dibayar tidak dihitung sebagai uang masuk sampai benar-benar lunas. Dengan begitu angka Perkiraan Untung mengikuti isi laci, bukan harapan. Cara membacanya dijelaskan di laporan untung.

Kasbon pelanggan langganan

Pesanan besar adalah wajah lain dari usaha maranggi: acara keluarga, syukuran kantor, komunitas motor yang menggelar kopi darat, sampai pesanan tusukan mentah untuk dibakar sendiri di rumah. Pesanan seperti itu biasanya diambil dulu dan dilunasi setelah acara, kadang dicicil dua kali — uang muka saat memesan, sisanya setelah barang diterima.

Catat pesanan itu sebagai kasbon atas nama pemesan. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar dan menerima cicilan bertahap, jadi kamu tidak perlu mengingat siapa sudah membayar berapa. Saat waktunya menagih, tombol tagih lewat WhatsApp menyiapkan pesan berisi rincian yang tinggal kamu tinjau dan kirim. Rinciannya di utang & piutang.

Kenapa offline penting untuk sate maranggi

Lapak maranggi sering berada di pinggir jalan antarkota, di jalur menuju Purwakarta atau Cianjur, dekat sawah, bendungan, atau tikungan yang jauh dari permukiman. Justru lokasi seperti itu yang membuatnya ramai — orang berhenti karena lelah menempuh perjalanan. Tetapi di sana menara sinyal jarang, dan saat belasan mobil berhenti bersamaan, jaringan seluler makin sesak.

GerobakPOS mencatat lebih dulu di HP, lalu mengirim ke server saat sinyal kembali. Rombongan tidak perlu menunggu layar memuat, dan catatanmu tetap utuh walau seharian tanpa internet. Cara kerjanya dijelaskan di mode offline.

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana mencatat meja yang menambah pesanan berkali-kali? Pakai beberapa pesanan berjalan sekaligus. Satu meja punya satu keranjang yang bisa terus ditambah sampai mereka membayar.

Kalau daging sapi habis sebelum tutup? Ketuk tombol Habis pada menu itu. Menu langsung terkunci dari pemesanan sampai kamu aktifkan lagi.

Ada pembeli yang bayar sebagian tunai, sebagian transfer. Bisa. Aplikasi mendukung pembagian pembayaran sederhana, termasuk tunai, QRIS statis, dan transfer manual.

Apakah harga di menu awal harus dipakai? Tidak. Semua harga contoh boleh diubah, dihapus, atau diganti namanya sesuai lapakmu.

Siap mencoba?

Menu sate maranggi sudah menunggu di dalam aplikasi, gratis dan tanpa daftar tunggu.

Unduh GerobakPOS dan catat pesanan rombongan berikutnya dengan rapi. Ingin melihat jenis usaha lain? Ada sate dan sate padang.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.