Logo GerobakPOS GerobakPOS

Lumpia — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha lumpia

Lumpia jarang dibeli satuan. Pembeli datang untuk oleh-oleh, jadi yang terdengar biasanya angka besar: “rebungnya sepuluh, ayamnya lima, dipisah ya bungkusnya, yang lima buat dibawa ke Jakarta.” Satu transaksi bisa berisi tiga jenis dengan jumlah berbeda dan permintaan pembungkusan yang berbeda pula. Sambil kamu menghitung isi kotak dan mengikat plastik, pembeli menanyakan totalnya. Hitung di kepala, lalu lupa menuliskannya — itulah bocor pertama.

Bocor kedua muncul dari pola hari yang tidak rata. Lumpia ramai di akhir pekan, musim libur sekolah, dan hari-hari menjelang orang pulang kampung. Hari Selasa bisa sepi sekali, hari Minggu bisa tiga kali lipat. Kalau catatanmu hanya berupa “uang di laci sore ini”, kamu tidak punya bahan untuk memutuskan berapa banyak kulit lumpia yang harus disiapkan untuk Sabtu depan.

Bocor ketiga khas jenis usaha ini: sisa. Lumpia basah tidak tahan lama dan lumpia goreng melempem kalau dipanaskan berulang. Setiap sore ada beberapa batang yang tidak terjual dan akhirnya dimakan sendiri atau dibagikan. Kalau sisa itu tidak pernah tercatat, kamu akan terus mengira untungmu lebih besar daripada kenyataannya. Mencatat produksi, penjualan, dan sisa secara terpisah adalah satu-satunya cara melihat berapa persen adonanmu benar-benar berubah menjadi uang.

Pilih jenis usaha Lumpia saat mendaftar, dan daftar berikut langsung ada di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
LumpiaLumpia AyamRp12.000
LumpiaLumpia RebungRp14.000
LumpiaLumpia UdangRp16.000
LumpiaLumpia BasahRp15.000
PelengkapAcarRp3.000
PelengkapKerupukRp2.000

Harga di atas hanya contoh awal. Harga rebung segar dan udang berbeda tiap kota, dan sebagian penjual mematok harga khusus untuk pembelian per sepuluh batang. Ubah nama serta harganya sesuai lapakmu, dan tambahkan menu lain seperti kotak isi lima atau paket oleh-oleh kalau memang kamu jual.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasinya, lalu daftar dengan nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Lumpia di layar awal.
  3. Menu di tabel atas langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.

Tidak perlu menunggu petugas menghubungi atau mengisi berkas apa pun. Langkah lengkapnya ada di mulai jualan dalam 3 menit.

Menghitung untung lumpia

Anggap pada satu hari Sabtu kamu menjual 20 batang Lumpia Ayam, 15 batang Lumpia Rebung, 10 batang Lumpia Udang, dan 12 bungkus Acar sebagai pelengkap. Uang yang masuk:

  • 20 × Rp12.000 = Rp240.000
  • 15 × Rp14.000 = Rp210.000
  • 10 × Rp16.000 = Rp160.000
  • 12 × Rp3.000 = Rp36.000
  • Total masuk: Rp646.000

Belanja hari itu: rebung, ayam, dan udang untuk isian Rp250.000, kulit lumpia Rp60.000, minyak goreng Rp40.000, gas Rp22.000, serta kotak dan plastik pembungkus Rp25.000. Kategori Bahan, Modal/Kulakan, dan Gas sudah tersedia di menu Pengeluaran, jadi tinggal pilih. Total uang keluar Rp397.000.

Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh di atas: Rp646.000 − Rp397.000 = Rp249.000.

Yang penting dipahami, perkiraan untung ini berbasis kas hari itu. Pengeluaran tidak dicampur diam-diam ke dalam uang penjualan, dan kasbon tidak dihitung sebagai uang masuk sampai benar-benar dibayar — jadi angkanya tidak menggelembung di hari kamu melayani pesanan besar yang belum dilunasi. Kalau kamu juga mencatat stok bahan, layar Kulakan dan peringatan stok menipis membantu menjaga kulit lumpia tidak kehabisan di akhir pekan; lihat stok & kulakan.

Kasbon pelanggan langganan

Lumpia punya jenis pembeli yang hampir selalu berutang dulu: toko oleh-oleh dan warung yang mengambil barang untuk dijual kembali. Mereka mengambil pagi, membayar setelah dagangan laku, kadang seminggu sekali. Ada juga pesanan untuk hajatan, rapat kantor, atau bingkisan lebaran yang dibayar setelah acara.

Catat penjualan seperti itu sebagai kasbon dengan nama pengambilnya. Aplikasi menyimpan sisa utang, mencatat cicilan bila dibayar bertahap, dan menandai mana yang sudah lunas. Ada tombol tagih lewat WhatsApp untuk mengingatkan dengan sopan — pesannya disiapkan, kamu yang meninjau dan menekan kirim. Kalau kamu juga mengambil kulit lumpia dari pemasok dengan bayar belakangan, catat sebagai utang ke supplier supaya kedua arah terlihat di satu tempat.

Kenapa offline penting untuk lumpia

Lapak lumpia yang laku biasanya berada di tempat yang justru paling padat jaringan: kawasan oleh-oleh, dekat stasiun dan terminal, pinggir jalan utama menuju luar kota, atau bazar akhir pekan. Ketika ratusan orang berkumpul di satu titik — apalagi rombongan bus wisata yang turun bersamaan — sinyal seluler melambat drastis persis saat antreanmu paling panjang.

GerobakPOS mencatat transaksi lebih dulu di HP, tanpa menunggu jawaban server. Pesanan sepuluh batang untuk penumpang bus yang sopirnya sudah membunyikan klakson tetap bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Data dikirim ke server belakangan saat jaringan lega. Kalau perlu, struknya juga bisa dibagikan sebagai teks lewat WhatsApp; caranya ada di kirim struk lewat WhatsApp.

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana mencatat pesanan lusinan dengan cepat? Ketuk menu sebanyak jumlahnya atau ubah angka jumlah di baris pesanan. Totalnya dihitung otomatis, termasuk pelengkap seperti acar dan kerupuk.

Bisa mencatat sisa yang tidak terjual? Bisa lewat fitur stok dan opname di akhir hari, sehingga selisih antara yang kamu produksi dan yang terjual terlihat.

Kalau pembeli membayar sebagian tunai, sebagian transfer? Bisa dipisah dalam satu transaksi dengan split payment sederhana.

Harganya harus sama dengan yang di aplikasi? Tidak. Semua harga di menu awal hanya contoh dan bebas kamu ubah.

Siap mencoba?

Menu lumpia beserta pelengkapnya sudah menunggu di dalam aplikasi. Tidak perlu kartu kredit, tidak perlu daftar tunggu.

Unduh GerobakPOS gratis dan siapkan catatan sebelum akhir pekan datang.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.