Logo GerobakPOS GerobakPOS

Jus Buah — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha jus buah

Gerobak jus punya satu masalah yang tidak dimiliki penjual minuman lain: bahan bakunya membusuk. Buah dibeli pagi-pagi di pasar induk, dan sisa yang tidak terjual sore itu belum tentu layak dipakai besok. Alpukat yang terlalu matang, mangga yang lembek, jeruk yang mengering — semuanya modal yang menguap tanpa pernah muncul sebagai transaksi.

Ritme jualannya juga khas. Ramai pertama sekitar pukul sebelas siang sampai pukul dua, saat matahari paling terik dan orang mencari yang dingin. Ramai kedua menjelang magrib, terutama kalau gerobakmu berdiri di depan rumah sakit, kampus, atau tempat olahraga. Pesanan sering datang berbarengan dan tidak semuanya diminum di tempat: banyak yang dibungkus untuk dibawa pulang atau dititipkan kepada orang lain.

Cara memesannya penuh permintaan kecil yang harus diingat sambil blender berbunyi keras: “alpukat dua, satu tanpa gula”, “jeruknya jangan pakai es”, “tambah cokelat di atasnya”. Menghafal empat pesanan sambil mengupas buah adalah cara tercepat kehilangan satu cup dari catatan.

Akhirnya kamu hanya tahu isi laci saat tutup, dan itu tidak menjawab pertanyaan paling penting di usaha jus: buah mana yang selalu habis, dan buah mana yang tiap minggu terbuang.

Saat mendaftar dan memilih jenis usaha Jus Buah, menu berikut langsung ada di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
JusJus JerukRp10.000
JusJus ManggaRp13.000
JusJus AlpukatRp15.000
TambahanJus JambuRp12.000
TambahanTopping KejuRp3.000
TambahanTopping CokelatRp3.000

Harga di atas hanya contoh awal. Harga buah berubah mengikuti musim — mangga murah saat panen dan mahal di luar musim — jadi harga jual sebaiknya kamu tinjau berkala dan ubah langsung di aplikasi, bahkan saat sedang tidak ada sinyal.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasi, lalu daftar dengan nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Jus Buah di layar awal.
  3. Menu tadi langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.

Topping keju dan cokelat sudah berdiri sendiri sebagai item, jadi tambahan Rp3.000 itu benar-benar masuk hitungan dan tidak “hilang” seperti kalau hanya diingat di kepala.

Menghitung untung jus buah

Anggap satu hari kamu menjual 14 Jus Alpukat (Rp15.000), 12 Jus Mangga (Rp13.000), 10 Jus Jeruk (Rp10.000), 6 Jus Jambu (Rp12.000), dan 9 Topping Cokelat (Rp3.000). Uang masuk:

  • 14 × Rp15.000 = Rp210.000
  • 12 × Rp13.000 = Rp156.000
  • 10 × Rp10.000 = Rp100.000
  • 6 × Rp12.000 = Rp72.000
  • 9 × Rp3.000 = Rp27.000
  • Total masuk: Rp565.000

Belanja pagi itu: buah di pasar Rp250.000, gula cair dan susu kental manis Rp55.000, es batu Rp25.000, serta cup, sedotan, dan plastik bungkus Rp40.000. Semuanya dicatat di menu Pengeluaran memakai kategori Modal/Kulakan dan Bahan. Uang keluar Rp370.000.

Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Perkiraan untung contoh ini: Rp565.000 − Rp370.000 = Rp195.000.

Di usaha jus, angka ini punya satu pesan tambahan. Karena perhitungannya berbasis kas, buah yang telanjur busuk sudah otomatis terhitung sebagai kerugian — uangnya keluar saat belanja, tetapi tidak pernah kembali sebagai penjualan. Kalau perkiraan untung sering tipis padahal jualan terasa ramai, biasanya masalahnya ada di belanja yang terlalu banyak, bukan di harga jual. Bandingkan uang belanja harian dengan jumlah cup terjual selama sepekan; penjelasan cara membacanya ada di cara mencatat untung gerobak.

Kasbon pelanggan langganan

Jus punya pelanggan rutin yang membeli hampir tiap hari: penunggu pasien di rumah sakit seberang, karyawan toko yang memesan dari grup, atau tetangga yang minta diantar tiap sore. Sebagian dari mereka lebih suka membayar sekali di akhir pekan atau akhir bulan daripada mengeluarkan uang tiap hari.

Catat pesanan seperti itu sebagai kasbon dengan nama pelanggan. Aplikasi menyimpan sisa yang belum lunas dan menerima cicilan, dan uang baru masuk ke rekap saat benar-benar dibayar. Tombol tagih via WhatsApp menyiapkan pesan yang tinggal kamu tinjau dan kirim, sehingga menagih tidak terasa canggung. Kalau kamu mengambil buah dari lapak langganan di pasar dan membayarnya belakangan, catat juga sebagai utang ke pemasok di halaman utang & piutang.

Kenapa offline penting untuk jus buah

Gerobak jus jarang berdiri di tempat bersinyal kuat. Yang khas adalah pelataran rumah sakit, gerbang kampus, pinggir lapangan, pasar sore, atau bahu jalan di bawah pohon. Di rumah sakit sinyal sering terhalang bangunan tebal; di pasar jaringan tersedot ratusan pengguna sekaligus. Kalau kasirmu bergantung pada internet, penjualan terhenti persis saat matahari paling terik dan pembeli paling banyak.

GerobakPOS menyimpan transaksi di HP lebih dulu, seketika, tanpa menunggu server. Data dikirim di latar belakang saat sinyal kembali. Kamu juga bisa berpindah titik jualan — siang di depan rumah sakit, sore di taman kota — tanpa memindahkan data apa pun. Rinciannya di kasir offline sampai 14 hari.

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana kalau buahnya habis di tengah hari? Ketuk tombol Habis pada menu itu. Menu tersebut tidak bisa dipesan lagi sampai kamu nyalakan kembali, jadi tidak ada pesanan yang terlanjur diterima.

Ada pembeli minta jus campur yang tidak ada di daftar. Pakai open item dan isi harganya manual. Penjualannya tetap tercatat dan ikut masuk rekap hari itu.

Bisa mencatat sisa buah? Bisa. Stok dapat kamu catat dan aplikasi memberi peringatan saat menipis, serta menyediakan opname untuk mencocokkan angka di aplikasi dengan isi keranjang sungguhan.

Perlu printer untuk pesanan antar? Tidak. Struk bisa dikirim sebagai teks lewat WhatsApp sekalian dengan konfirmasi pesanan.

Siap mencoba?

Menu jus lengkap dengan toppingnya sudah menunggu di dalam aplikasi, tinggal kamu sesuaikan dengan harga buah di pasarmu.

Unduh GerobakPOS gratis dan mulai hitung untung jusmu hari ini.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.