Logo GerobakPOS GerobakPOS

Jamu Wedang — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha jamu wedang

Berdagang jamu berjalan dengan irama yang berbeda dari dagangan lain. Rebusan empon-empon dimulai jauh sebelum matahari terbit, dan hasilnya harus habis hari itu juga karena jamu segar tanpa pengawet cepat berubah rasa. Kamu berangkat membawa jumlah botol yang tetap, lalu berkeliling gang atau menggelar meja kecil di pasar sampai dagangan tandas. Selisih dua atau tiga botol yang tidak terjual mungkin terdengar sepele, namun kalau berulang tiap hari, angka itu langsung memakan untungmu.

Pelanggan jamu juga khas: hampir semuanya orang yang sama setiap pagi. Ibu-ibu di deretan rumah yang selalu sama, pedagang di los pasar yang tidak pernah melewatkan kunyit asam, satpam yang menunggu wedang jahe di pos jaga. Karena sudah akrab, banyak dari mereka membayar bukan setiap hari melainkan sekaligus tiap pekan atau saat gajian. Catatan semacam ini paling sering hidup di kepala penjualnya saja, dan kepala manusia gampang keliru soal siapa yang sudah membayar sampai hari Rabu.

Tambahan kecil ikut memperumit. Satu pelanggan minta madu, satunya minta perasan jeruk nipis, dan tambahan itu punya harga terpisah. Saat kamu sibuk menuang dari botol sambil berdiri, tambahan tiga ribu rupiah sangat mudah lupa ditagih. Kalau sepuluh kali sepekan terlewat, sebulan kemudian kamu kehilangan uang yang cukup untuk membeli jahe sekilo.

Bahan bakunya pun tidak dibeli harian. Kunyit, jahe, kencur, dan temulawak dibelanjakan beberapa kilogram sekaligus di pasar, sementara uang masuk menetes gelas demi gelas. Tanpa catatan yang tertata, sulit menilai apakah harga jualmu masih masuk akal ketika harga jahe melonjak.

Begitu kamu mendaftar lalu memilih jenis usaha Jamu Wedang, daftar menu berikut sudah tersedia di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
MinumanJamu Kunyit AsamRp10.000
MinumanJamu Beras KencurRp10.000
MinumanWedang JaheRp10.000
MinumanWedang UwuhRp12.000
TambahanTambahan MaduRp3.000
TambahanTambahan Jeruk NipisRp3.000

Harga-harga tersebut merupakan contoh awal yang boleh kamu ganti seluruhnya. Penjual jamu gendong di kampung dan kedai wedang di pinggir jalan besar punya patokan yang berbeda, jadi pakailah angka yang sesuai dengan biaya rebusanmu sendiri. Menu baru bisa ditambahkan kapan saja, misalnya beras kencur ukuran botol besar.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Pasang aplikasi, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Jamu Wedang ketika ditanya kamu berjualan apa.
  3. Menu di atas terpajang seketika, dan penjualan pertama sudah bisa dicatat.

Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada janji temu, dan tidak ada berkas usaha yang harus diunggah. Kalau kamu ingin menambahkan racikan khasmu sendiri, langkahnya dijelaskan di menambah produk pertama.

Menghitung untung jamu wedang

Ambil gambaran satu pagi keliling. Kamu menjual 24 gelas Jamu Kunyit Asam seharga Rp10.000, 18 gelas Jamu Beras Kencur seharga Rp10.000, 12 gelas Wedang Jahe seharga Rp10.000, 6 gelas Wedang Uwuh seharga Rp12.000, dan 11 kali Tambahan Madu seharga Rp3.000.

  • 24 × Rp10.000 = Rp240.000
  • 18 × Rp10.000 = Rp180.000
  • 12 × Rp10.000 = Rp120.000
  • 6 × Rp12.000 = Rp72.000
  • 11 × Rp3.000 = Rp33.000
  • Total masuk: Rp645.000

Belanjanya kamu masukkan ke menu Pengeluaran dengan kategori bawaan: empon-empon berupa kunyit, jahe, kencur, dan temulawak Rp150.000 (Modal/Kulakan), gula jawa serta asam Rp45.000 (Bahan), madu Rp60.000 (Bahan), botol dan tutup Rp50.000 (Lain-lain), dan gas untuk merebus Rp25.000 (Gas). Uang keluar seluruhnya Rp330.000.

Rekap harian meringkasnya menjadi Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Pada contoh ini perkiraan untungnya Rp645.000 − Rp330.000 = Rp315.000.

Karena tambahan madu tercatat sebagai baris sendiri, kamu bisa melihat bahwa tambahan itu menyumbang Rp33.000 pada hari tersebut — jumlah yang selama ini paling gampang menguap dari ingatan. Dua hal lagi yang perlu kamu ketahui: perkiraan untung dihitung dari uang yang benar-benar keluar masuk hari itu, sehingga stok jahe di rumah belum dianggap laba; dan gelas yang diambil pelanggan langganan dengan janji bayar akhir pekan tersimpan sebagai kasbon, bukan uang masuk. Rangkuman per harinya bisa kamu telusuri di laporan untung.

Kasbon pelanggan langganan

Di antara semua dagangan minuman, jamu mungkin yang paling banyak memakai cara bayar belakangan. Pedagang di pasar biasanya minta dicatat dulu karena dagangan mereka sendiri belum laku pagi itu. Pelanggan di perumahan sering menitip pesan agar dihitung sepekan sekali supaya tidak repot menyiapkan uang pas tiap hari. Ada pula kantor kecil yang memesan wedang jahe rutin tiap pagi dan menyelesaikan pembayaran di akhir bulan.

Catat semuanya sebagai kasbon dengan nama pelanggan, lalu masukkan cicilan atau pelunasannya ketika uang benar-benar diterima. Aplikasi menahan angka itu di luar hitungan uang masuk sampai dibayar, sehingga kamu tidak salah menaksir untung. Untuk pelanggan yang lupa, tersedia tombol yang menyiapkan pesan penagihan lewat WhatsApp — kamu tinggal membacanya dan menekan kirim. Rinciannya di utang & piutang.

Kenapa offline penting untuk jamu wedang

Jamu dijual di tempat-tempat yang jaringannya sering mengecewakan. Di dalam los pasar tradisional, dinding seng dan atap rendah membuat sinyal nyaris tak tembus. Gang perumahan yang sempit dan padat punya masalah serupa. Kalau kamu berkeliling naik sepeda atau berjalan membawa bakul, dalam satu pagi kamu melewati puluhan titik dengan kualitas jaringan yang berbeda-beda.

Waktu berhenti di depan pelanggan pun singkat sekali — menuang jamu, menerima uang, lanjut ke rumah berikutnya. Tidak ada jeda untuk menunggu aplikasi tersambung. GerobakPOS menulis transaksi ke HP terlebih dulu supaya pencatatan selesai seketika, kemudian mengirim datanya ke server sendiri saat sinyal memadai. Berjualan seminggu penuh dari daerah dengan jaringan buruk tetap aman dan catatanmu tidak berkurang. Cara kerjanya diuraikan di offline sampai 14 hari.

Pertanyaan yang sering ditanya

Saya menjual per botol dan per gelas, apa bisa dibedakan? Bisa. Buat varian sederhana pada menu yang sama, atau tambahkan menu terpisah dengan harga botolan.

Bagaimana kalau pelanggan membayar lewat transfer? Selain tunai, tersedia QRIS statis yang kamu tampilkan di layar serta transfer manual; keduanya kamu konfirmasi sendiri setelah uangnya masuk.

Rebusan hari ini habis lebih cepat, apa yang harus saya lakukan? Aktifkan tombol Habis pada menu tersebut supaya tidak terpilih lagi, lalu matikan tombolnya besok pagi setelah kamu merebus lagi.

Apakah saya bisa tahu jamu mana yang paling laku? Ya, karena setiap penjualan tercatat per menu, bukan sekadar total uang. Dari situ kamu bisa menakar jumlah rebusan besok dengan lebih tepat.

Siap mencoba?

Menu jamu dan wedang sudah tersusun rapi di dalam aplikasi, termasuk tambahan madu dan jeruk nipis yang paling sering terlewat dicatat.

Unduh GerobakPOS gratis dan bawa catatan yang rapi pada keliling pagi berikutnya.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.